Rabu, 12 Juni 2019

Kukira Aku Selesai

Selamat malam, semesta.
Apa kabar dunia diluar sana?
Aku sudah lama sekali terjebak pada duniaku sendiri,
dunia khayal yang tidak pernah didengarkan ataupun dipahami orang lain..


Oh iya, walaupun sudah terlewat beberapa hari tapi karena masih bulan syawal, penulis mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Shiyamana wa shiyamakum
Mohon maaf selama ini banyak salah dan khilaf baik dalam dunia nyata ataupun dunia penulisan di blog ini..
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya! Aamiin..

-Perihal Lebaran-

Lebaran tahun ini jauh lebih membekas di hatiku sendiri.
Memang semua kesalahan pasti ada hikmahnya.
Setelah kurang lebih 5 bulan maganng dan bekerja di kantoran mengakibatkan skripsiku kurang terurus, tapi setidaknya aku memiliki penghasilan yang berbeda dari yang biasanya freelancer tester, eo, wo dan semacamnya.
Aku memutuskan menggunakan uang itu untuk orang-orang terdekatku.
Pertama kali aku memberikan 'THR' untuk mama, nggak seberapa dengan apa yang sudah diberikan kepadaku, but i proud of my self :)
Pertama kali aku membelikan baju taqwa untuk kakekku yang sudah berusia 94 tahun, iya pertama kali karena dulu ayah yang membelikan beliau. setelah beliau nggak ada, aku berhasil meneruskan kebiasaan baik itu, hehe. mungkin mbah nggak tau kalau itu hasil dari usahaku sendiri, tapi aku rasa maknanya pasti nanti sampai ke beliau suatu saat nanti.
Pertama kali ngasih oleh-oleh khas surabaya pake uang sendiri dan kue hasil buatan sendiri ke kakak dan adik-adiknya ayah. yaa memang nggak seberapa dan kuenya nggak sempurna (namanya juga masih belajaran bikin kue ) tapi entah kenapa, senengnya itu lho nggak karuan.

Sejak dulu, ayah adalah anak yang merantau paling jauh dibanding saudara yang lainnya.
Ayah adalah anak ke-2 dari 5 saudara yang semuanya laki-laki, pandawa lima, mungkin jadi sebutan yang cocok untuk mereka.
Karena merantau paling jauh, mungkin itu sebabnya saudaranya jadi mengira bahwa ayah jadi anak paling disayang dan diharapkan. Sampai ayah meninggal, semuanya bilang bahwa mbah (ayahnnya ayah) sedih sekali, bahkan sampai berminggu-minggu setelahnya masih sering mengigau tentang ayah.
Dulu aku kesal sekali ketika ayah jauh lebih loman kepada saudaranya dibandingkan dengan keluarganya sendiri sampai-sampai mama selalu bilang kalau bisa jangan cari suami dari desa karena sebel dengan sifat ayah yang satu ini. Semakin kesini aku mulai sadar, ya itu semua beralasan dan mungkin memang itu adalah keadaan yang harus aku terima. Tapi semakin dewasa, aku merasa bahwa sifat ayah yang loman itu harus aku tiru tapi dengan versiku sendiri. Aku ngerasa kalau jadi loman itu nggak salah, asalkan bisa adil dan nggak melukai siapapun.

Ayah, maaf ya masih banyak PR dari ayah yang belum aku kerjakan..
Bukannya nggak mau, tapi susah sekali jika berurusan dengan istri barunya ayah itu.
Huft, inilah kenapa dulu aku nggak bolehin ayah nikah lagi. bukan karena aku nggak pengen ayah bahagia, tapi ya karena aku tau akan begini jadinya. intuisi dan feeling perempuan ngga pernah salah memang, gimana dong?
Eh tau-tau aku dapet kabar kalo ayah udah nikah lagi. fuh..
ibu tiri hanya cinta kepada ayahku sajaa~
Bisa nggak ayah bantu aku dari sana? muncul di mimpi istrinya ayah barangkali? biar dia dikasih hidayah gitu.. Aku sudah nggak direken sama sekali sama dia..

Ayah,
Aku tau pasti nggak mungkin ayah bisa baca tulisanku dari sana, kan? hehe.
Tapi entah kenapa, aku senang sekali menulis tentang ayah.. Menceritakan tentang ayah rasanya nggak ada habisnya gitu. kenapa ya?
Kehilangan sosok ayah selama tumbuh dewasa itu sulit sekali, yah..
Meskipun ayah disana nggak bisa baca tulisan ini, aku berharap ayah bisa lihat dan merasakan dari sana apa yag sebenarnya pengen aku ceritakan. Habis gimana, tiap udah sampai makam ayah aku nggak bisa ngomong banyak dan malah mewek, padahal aku punya banyaaak cerita yang pengen aku ceritain.
Semoga, dari sana ayah bisa bangga ya memiliki putri bungsu seperti aku..

-Memaafkan-

Momen lebaran ini adalah moment yang tepat untuk saling memaafkan.
Walaupun seharusnya kita selayaknya manusia seharusnya selalu memaafkan sih,

Allah saja maha pemaaf, mengapa makhluknya tidak bisa?

Ehehe.. seharusnya memang begitu.
Tapi lebaran kali ini, aku terlebih dulu meminta dan memaafkan diriku sendiri sebelum dengan orang lain
Kenapa begitu?
Yaaaaa karena beberapa bulan terakhir aku sudah jahat sekali pada diriku sendiri..

Dear My self,
Forgive me..

Maaf karena sering jahat sama kamu..
Maaf belum bisa mengontrol perasaan dan hati dengan baik..
Maaf masih sering labil..
Maaf karena beberapa waktu yang lalu kambuh buat self harm lagi. I'm so sorry.
Terima kasih ya masih bertahan sampai sekarang :)

-Self Harm-

Beberapa hari sebelum lebaran, aku menghadapi beberapa masalah sampai ngerasa down dan stuck.
Sudah aku coba melampiaskan dengan baca buku, nonton youtube, nonton film, sampai keliling kota Surabaya dari surabaya timur-utara-selatan, tapi nggak ngaruh banyak..
Sudah mencoba untuk nenangin diri sebisa mungkin, tapi tetep nggak bisa berhasil sepenuhnya..
sampai suatu malam, emosiku tiba-tiba meledak..

i cry a lot..
i feel so lonely,
i feel no use,
at that time, i think that i should die.
jadi mama tidak akan repot mengurusku lagi
jadi atasanku tidak akan menghadapai kebodohan dan keteledoranku lagi
jadi orang disekitarku tidak terbebani dengan adanya aku..

Sambil menyalahkan diriku sendiri karena hal-hal di hidupku yang berantakan,
Akibat dari hati yang patah dan rapuh karena terbiasa jatuh cinta diam-diam berubah menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan karena sok jujurku yang malah aku sesali.
Skripsi yang tidak kunjung aku kerjakan akibat kehabisan tenaga dan semangat.
Teman-teman yang selalu menganggap aku sibuk padahal sesungguhnya aku selalu merasa kesepian.
Kecerobohan dan keteledoran yang selalu aku lakukan jadi sering ditegur atasan di tempat kerja.
Egoku yang ingin dibanggakan oleh mama jadi mengambil keputusan egois yang cukup fatal.
rasanya, semua yang aku lakukan tidak ada yang benar

Menyumpah serapah diri sendiri karena jadi orang yang tidak berguna..
Sambil teringat dulu sewaktu kecil sering dibully gendut dan nggak punya temen.
Inget-inget impianku sewaktu kecil yang sangat besar tapi semakin dewasa malah nggak ada apa-apanya dibandingkan temen-temenku yang udah sukses diluar sana. kuliah di luar negeri, punya bisnis ini itu, kerja di tempat yang keren, udah bisa banggain orang tuanya. sedangkan aku malah stuck gini-gini aja.
Inget waktu smp pengen ikut osis tapi tiba-tiba disuruh pindah sekolah sama mama.
Inget waktu smk dibully karena dianggep suka caper sama guru dan sok pinter
Inget betapa dimarahinnya waktu hasil unas keluar tapi nilaiku biasa aja.
Terakhir, keinget gimana orang-orang seringkali bilang 'kok gendutan?' 'tambah berisi ya badannya?' 'kapan hari udah tambah kurusan kok skrg gendutan?' dan banyak hal-hal lain yang harus aku lalui sampai detik ini

Sambil memukul-mukul boneka dan tembok yang aku bayangkan dia adalah diriku..
Saking suntuk dan nggak kuatnya, aku memutuskan mengambil cutter, and i cut my finger.
Nggak, bukan di nadi, karena takut ketahuan mama. Hanya di jari telunjuk, karena kalau ditutup plester nggak akan ribet jawabnya.
Aku lihat darah yang keluar karena irisan cutter itu yang ternyata cukup dalem karena lukanya nutup lumayan lama, hehehe. aku lap pakai tissue sampai kalo aku pencet sekitarnya udah nggak keluar darahnya.

Saat itu aku nggak bisa berfikir jernih,
Tapi aku jadi tau gimana rasanya orang yang mau bunuh diri..
Aku mikir "oh jadi gini apa yang dirasain orang sebelum bunuh diri"

Kukira aku selesai,
Tapi ternyata, hidupku tidak berakhir malam itu..
untungnya, setelah mengalami ledakan emosi itu aku ketiduran..
Hiyaaaaaaa..
Endingnya nggak asik memang, tapi sepertinya itu jalan terbaik dari Allah deh. 
Kalau aku nggak ketiduran, entah hal gila apa yang bakal tak lakuin..

Aku rasa salah satu penyebab emosi bisa meledak bisa jadi karena sendiri dan kesepian.
Dua hal itu terkadang bisa menenangkan tapi di suatu waktu bisa jadi bumerang untuk diri kita.
Kalau aku inget-inget lagi kejadian waktu itu ngeri juga sih..
Jadi kesehatan psikologis dan kesehatan mental itu penting dan perlu dijaga banget memang.

-Teruntuk Kamu-

Untuk kamu, 
Barangkali jika kamu sedang sedih dan berada dalam kondisi yang tidak baik..
dan menemukan tulisan ini, 
Aku berharap, semoga kamu mampu melaluinya ya!
Betapapun duniamu terasa runtuh,
Kamu harus bisa bertahan..

Jika ada bisikan ingin mengakhiri hidup, semuanya memang terasa menggoda, tapi tidak akan menyelesaikan masalah kita.
Suka atau tidak suka, kita harus menghadapi masalah itu.
Percayalah, setelah melalui itu semua, hal baik akan datang dengan sendirinya..
yang perlu kamu tau, kamu itu berharga..

Semoga badai yang sedang kamu hadapi segera berlalu ya!
Salam sayang,
-Ratri R. Athamukhaliddinar-

1 komentar:

  1. Mending digawe nulis ngene ketimbang nyilet² driji medeni oi

    BalasHapus

menyerah saja, boleh?

Katanya, kita harus mengakui bahwa kita tidak sanggup menghadapi dunia sendirian. Kita harus jujur dengan apa yang dikatakan oleh hati dan ...