menyempatkan menulis disela-sela hectic mengerjakan revisi agar segera mendaftar sidang skripsi..
revisi yang masih belum terlihat kapan akan berakhir.
baiklah, semesta, izinkan aku bercerita..
karena aku tak punya siapa-siapa, aku hanya bisa mengetik diatas keyboard laptop yang sudah 3 bulan terakhir aku ajak berperang tak ada habisnya.
duniaku sempat berhenti.
menjadi sebuah titik. sempat aku mengira itu sebuah tanda seru.
seruan bahwa aku tak pantas lagi berada di dunia ini.
seruan untuk aku berhenti jangan menyusahkan orang lain.
aku sempat merasa sesak. tak sanggup.
ah, tapi lagi-lagi. Tuhan selalu saja berbaik hati.
mengizinkan aku untuk bertahan dan menjadi kuat sekali lagi, lagi, dan lagi..
sungguh, sulit sekali berada diantara jutaan penduduk semesta ini.
menjadi pemeran utama untuk kehidupanku sendiri.
am i really okay? is it okay for me?
beberapa hari yang lalu, aku sempat ngobrol dengan kakakku, tentang banyak hal, salah satunya tentang kepribadian.
dulu, aku ingin tumbuh dan menjadi seperti dia.
cerdas, kuat, menyenangkan, punya banyak teman, dan bisa diandalkan.
aku selalu mengikutinya.
ketika kakakku tidak suka sayur, aku juga begitu.
ketika dia tidak suka keluar rumah, aku juga begitu
ketika dia senang menulis, aku pun mengikutinya
ketika dia suka terhadap sesuatu, kami akan memiliki selera yang sama..
tapi yang jelas, kami memiliki keberuntungan yang jauh berbeda..
ya, tentu saja, keberuntungan setiap orang pasti saja berbeda.
waktu berlalu, hingga aku duduk di bangku semester akhir perkuliahan.
kami adalah pribadi yang bertolak belakang.
aku suka warna gelap, kakakku membencinya.
aku suka menghabiskan waktu bersama teman-temanku untuk sekedar ngopi atau main uno, kakakku tidak
aku senang menyenangkan orang lain,
aku senang bisa bermanfaat untuk orang lain,
aku menyukai banyak hal yang dibenci kakakku, begitupula dengan kakakku menyukai banyak hal yang aku benci.
terkadang, aku ingin menjadi adik yang selalu disenangkan oleh kakaknya.
minta dibelikan jajan, minta ini itu dengan senang, semakin dewasa pembahasan antara kita semakin luas.
tentang mimpi yang ingin dicapai, tentang sebuah perjuangan menghadapi jalan ceritanya masing-masing.
oh ya, kepribadian.
aku merasa tertampar, berkali-kali aku mendeklarasikan diri bahwa aku adalah seorang introvert, tapi ternyata aku salah besar.
aku adalah ekstrovert, yang karena keadaan ini dan itu, menjadi seorang pendiam dan mengaku-ngaku seorang introvert.
aku mudah sekali memikirkan perkataan orang lain.
memikirkan lamaaaa sekali, terkadang sampai dimasukkan ke hati, trus sedih-sedih sendiri.
tapi itu bukan salahku, memang keadaanku seperti itu, aku bisa apa?
termasuk keadaan beberapa waktu terakhir ini..
pernah ada masa dimana aku bisa mendengarkan perkataan orang lain berulang-ulang di telingaku, padahal itu hanyalah fikiranku sendiri. merasa yang paling bodoh, terbelakang, menyusahkan, dan tidak ada gunanya. hingga hal yang bisa aku lakukan hanya menyalakan musik sekeras-kerasnya supaya fikiran itu hilang.
pernah ada di masa merasa cemas dengan penilaian orang lain, sampai harus memastikan apakah aku sudah cantik dan normal untuk berada ditengah orang-orang.
pernah pula ada di masa iri dengan seseorang, karena dia selalu dipedulikan orang-orang yang aku sayangi sedangkan aku yang sangat membutuhkan mereka tidak dipedulikan..
pernah ada di masa aku sangat membenci diri sendiri karena merasa tidak pernah cukup.
pernah ada di fase terendah dalam hidup sampai ingin mengakhirinya.
pernah ada di masa ingin menyerah atas segalanya.
tapi aku sadar.
bahkan meskipun berhenti pada titik, koma, tanda tanya ataupun tanda seru.
selalu ada kesempatan memulai alinea baru bukan?
meskipun dengan penuh luka, jika belum waktunya berhenti, kita tak akan bisa berhenti.
tetapi kita selalu memiliki pilihan, mau berhenti pada titik atau pada koma.
tenang, semua perjalanan yang sudah ditulis tak akan hilang, kita hanya membuka alinea pada lembar baru.
pada akhirnya, segala perjalanan ini akan berakhir pada titik pada lembar terakhirnya masing-masing.
selamat merangkai semua perjalanan.
terima kasih telah menjadi penduduk semesta ini! :)
-Ratri R. Athamukhaliddinar-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar