Selamat malam semesta :)
Bagaimana kabarmu malam ini?
Aku baru saja jatuh cinta pada sebuah puisi.
Puisi tentang kopi, rindu, malam, hujan, juga mengenai senyum yang menjadi pemanis pemiliknya.
Puisi tentang kopi, rindu, malam, hujan, juga mengenai senyum yang menjadi pemanis pemiliknya.
Kopi, Puisi
Ketika dua atau tiga cangkir kopi
berkumpul untuk merayakan sepi
puisi ada ditengah-tengahnya
Di musim yang rusuh ini
Kota dan kita rentan bencana,
kamu dan aku rentan gila.
Minumlah puisi serindu sekali.
Kita ini secangkir kopi,
Kamu cangkirnya, aku kopinya,
Peminumnya adalah malam, hujan, puisi
-Joko Pinurbo-
***
Terima kasih atas puisinya..
Puisinya membuatku mengenang masa lalu
yang masih malu-malu
perkara soal rasa dan rindu
2 tahun lalu,
Masih teringat jelas di bayanganku.
2 bungkus obat batuk dan 1 strip vitamin yang kamu berikan untukku.
Mungkin bagimu terlihat biasa saja, tapi tidak denganku.
Karena saat itu sudah 2 minggu batukku tak kunjung sembuh.
Semenjak itu, aku benar-benar membanting semua egoku jika sedang berhadapan denganmu.
Menerka-nerka apa yang ada didalam hati dan fikiranmu
Dan meyakinkan diriku bahwa jika aku terus bertahan, suatu saat nanti Allah akan menjawab semua kesabaran itu
Bodoh bukan?
Ya itulah aku
Perempuan yang begitu mudahnya jatuh cinta hanya dengan gurat senyum manismu
2 tahun berlalu,
dan semuanya benar-benar berubah.
tapi entah kenapa, dalam waktu yang bersamaan pun aku merasa bahagia.
karena kamu kehilangan perempuan yang mencintaimu sepenuh hatinya, nantinya kamu pasti akan menyesal.
dan aku pun diberi tamparan yang keras oleh semesta bahwa ini saatnya untuk berhenti.
tamparan yang menyadarkanku bahwa aku harus belajar mengikhlaskan apa yang ingin aku miliki, jika memang itu tidak ditakdirkan untuk menjadi milikku maka tidak akan pernah menjadi milikku
Tapi asal kamu tau,
semua rasaku kepadamu benar-benar tulus
aku hanya mencintaimu begitu saja tanpa alasan apa-apa
Kini sudah bukan kamu
yang namanya aku sebutkan dalam doaku.
Kini bukan kamu lagi
yang membuat jantungku berdegup kencang jika aku sedang berada didekatmu.
Kini semua tentangmu sudah benar-benar aku ikhlaskan
Terima kasih sudah menjadi objek menulis favoritku :))
Mari kita bahagia dengan jalan kita masing-masing.
-Ratri R. Athamukhaliddinar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar