Sudah bulan Agustus, bulan terfavoritku dalam 1 tahun ❤
Wah, blog ini sudah lama sekalii tidak dihuni sama pemiliknya..
Yakk, karena beberapa bulan terakhir ini banyak banget urusan, banyak masalah, dan banyak yg berubah..
A lot of things happen..
I mean, there are really "a lot"..
Di postingan ini kayaknya aku nggak bakal curhat panjang lebar mengenai apa aja yg udah terjadi. Saking banyaknya, aku masih ngefilter apa yg pantas aku publish dan mana yg perlu dibuat evaluasi diri aja..
Intinya, masih bergelut dengan curhatanku aja sih. Seputar drama kehidupanku yg sudah nggak sanggup aku tahan sendiri lagi..
***
Aku benar-benar membenci ini semua..
Membenci kenyataan atas semua yg telah terjadi di hidupku..

Aku tidak suka kenyataan bahwa orangtuaku bercerai, jauh sebelumnya aku lebih tidak suka melihat mereka bertengkar hingga puluhan barang di rumah pecah, hancur berkeping-keping akibat amarah mereka..
Aku tidak suka kedua orangtuaku yg selalu memiliki kehidupan sendiri..
Ayah yg gila kerja, kapanpun bosnya menghubungi selalu siap untuk datang.
Ayah yg selalu memikirkan urusan kantornya bahkan saat sedang mengantarkanku ke Rumah Sakit.
Ayah yg selalu lebih percaya dengan perkataan orang kantornya.
Ayah yg amat menyayangi saudaranya ketimbang istri dan anaknya.
Ayah yg seringkali mengedepankan gengsinya.
Ayah yg selalu sibuk dengan kantornya.
Ayah yg selalu tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain dan hanya percaya dengan apa yg ia percaya..
Mama yg sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Aku ingat sekali dulu aku belajar hanya karena aku takut dihukum (dicubit), aku juga melakukan semua yg diperintah mama karena takut dimarahi, sampai-sampai aku tak pernah bercerita kepadanya mengenai isi hatiku. Aku pun ingat pernah lupa tidak meletakkan handuk pada tempatnya, entah saat itu mama sedang emosi atau bagaimana, mama menamparku. Sakit, tapi yg lebih sakit adalah perasaanku, dan goresan luka yg terkena dalam hatiku. Karena tiap mengingat kenangan itu, hatiku tak pernah bisa melupakan sakitnya..
Lalu malam itu, bagaikan mimpi buruk yg terus menerus datang di kehidupanku, aku melihat ayahku sendiri hampir membunuh mama.
Itu pertengkaran yg paling fatal.
Aku yg masih berusia 10 tahun hanya bisa berusaha melepaskan tangan ayah yg sedang khilaf sambil menangis. Berharap malam segera berlalu. Berharap semua amarah segera berakhir.
Ya, dan berawal dari itu, segalanya dalam hidupku mulai berubah. Berawal hanya dari 1 kejadian, 1 titik, dan itu merubah seluruh jalan cerita yg pernah aku mimpikan..
Seperti kutipan milik Ali bin Abi Thalib, "Aku sudah pernah merasakan segala kepahitan dalam hidup, dan yg paling pahit adalah berharap kepada manusia"
Dan sekarang, aku seringkali merasa marah dengan diriku sendiri..
Aku lelah dengan semua yg terjadi kepadaku..
Aku membenci hidupku..
Tapi pada akhirnya, tidak ada yg bisa aku lakukan..
Aku hanya bisa diam, memendam segala rasa itu..
Bersyukur, diberi anugerah lupa.
Karena dengan lupa, aku bisa melupakan rasa sakit itu. Meskipun sebenarnya tidak benar-benar lupa tapi justru masuk dalam alam bawah sadarku..
Yg justru berbahaya ketika itu meledak sewaktu-waktu..
Pernah beberapa teman yg tau sedikit ceritaku bilang "kamu strong banget ya" "kamu lo gak pernah kelihatan kalau ngadepin beban kyk gitu" "aku percaya kamu kuat" "kamu anak baik", jawaban yg sama yg selalu aku berikan : senyum :)
Dan sekarang aku pengen klarifikasi, aku gak sekuat itu rek! Yg kalian tau cuma diluarnya aja! Aku bisa jadi orang yg berbeda pada waktu yg sama, aku gak sebaik yg kalian kenal..
"Njoboku tatag, njeroku ambyar!"
Hei, tapi jangan salah sangka dulu ya para pembaca yg budiman :)
Tulisan-tulisan ini hanya wujudku untuk bersuara kepada semesta. Aku pun juga ingin diakui, juga tulisan ini sebagai media, supaya ingatan itu tidak selalu aku simpan sendiri. Supaya aku bisa berbagi, walaupun dengan cara yg tidak seperti orang lain.. Aku tidak pintar mengatakan segalanya dengan mulutku, aku bisa menangis. Dan aku tidak suka ketika orang lain melihatku menangis (egoku selalu nggak mau kalah-_-)
Tenang, Bukan brarti aku tidak bersyukur selama ini. Aku selalu bersyukur atas nikmat dari TuhanKu yg Maha Esa. Masih banyak orang-orang diluar sana yg jauh lebih tidak beruntung dibandingkan aku.
Allah SWT berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(Q.S. Al Insyirah : 5-6)
La Tahzan, Innallaha Ma'ana :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar