Sabtu, 01 April 2017

Introvert: Mode On

Selamat malam hari pertama di Bulan April!!

Terimakasih Maret, telah mengajarkan banyak hal.. Semoga bulan depan bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi. Tolong, masalah yang terjadi di bulan kemarin pun segera berakhir dengan pergantian bulan April ini.

Kembali pada Zona Nyaman

Rasanya bahagia banget dengan siklus aktifitas beberapa hari terakhir. Nonton drama dan film sampai hampir pagi, tidur meringkuk di lantai, nugas pagi-pagi, berangkat kuliah gupuh telat, baca novel di waktu senggang, ndengerin musik sambil nyanyi keras-keras, nyemil dan makan tanpa memikirkan angka di timbangan, nongkrong dengan teman-teman sambil main kartu remi atau uno, diskusi mengenai hal-hal baru, bahkan sekedar guyon dengan teman itu semua adalah hal-hal yang sangat menyenangkan. Lantas kemanakah aku selama ini? Aku pernah melakukannya, hanya saja mungkin waktu itu aku masih memiliki beban yang belum sepenuhnya selesai. Setelah sekarang semua selesai, hal-hal kecil itu ternyata membuat aku bahagia sekali. Nyatanya, hal-hal kecil saja mampu membuat aku bahagia. Tanpa mengingat kisah cinta ataupun masalah yang terjadi dirumah, aku lepas dan kembali pada zona nyamanku.

Menjadi orang yang acuh, cuek, dan tidak peduli akan keadaan sekitar. Karena sering dianggap bungsu yang tidak mengerti apa-apa dan belum cukup umur untuk mengetahui itu semua. Oke, aku tidak apa-apa..

Menemukan Buku Diary

Hati-hati!
Asli, setelah nemu buku diary yang sudah hampir setahun ini aku anggurin rasanya pas baca itu kebawa sedih lagi, kebawa perasaan lagi, dan bisa ketawa-ketawa sendiri baca curhatan di masa lalu.
Ternyata banyak hal yang sudah berubah ya. Iya, banyak banget..

Mimo, maaf bukannya berhenti nulis..
Nulisnya masih tetep kok, cuma pindah media aja :)

Nyatanya kalau kita ngeluh terus, apa yang kita inginkan itu nggak akan terwujud. Setelah bersabar dan mengalihkan perhatian kepada hal lain, apa yang kita inginkan pasti terwujud atau bahkan mendapatkan yang versi lebih baik lagi.
Tapi dari semuanya, masih bersyukur banget strategi coping stresku diarahkan ke arah yang baik, menulis. Ngebayangin aja, seandainya aku jadi anak yang berontak dan menuntut ini itu karena keadaan keluarga yang nggak sesuai bayangan, apakah masih bertahan sejauh ini?


Broken Home Doesn't Mean Broken Dreams

Itu adalah judul buku salah satu karya founder akun broken_homeindo .
Ngefollow akun itu semenjak follower di twitter baru berapa ratus orang gitu, trus usaha biar di follback sama adminnya dan akhirnya keturutan hehe.
Dulu waktu kakak tau aku nge-follow akun itu sempet disindir "Alay banget sih ngefollow akun gituan". Bodo amat, sampe sekarang follower ig nya ada puluhan ribu, aku tetep setia..
Pertama-tama, mau ngucapin makasiih banyak sama adminnya, foundernya, kak Moko. Akunmu itu sudah sangat membantu menguatkan aku :')
Aku kira dulu aku sendirian, aku kira dulu hanya aku yang paling sakit, aku kira aku yang paling terluka, ternyata diluar sana ada banyak anak yang lebih sakit daripada aku. Dan semenjak tau ada akun itu, aku pun pengen mengikuti jejak kak Moko buat bikin buku tentang anak broken home. *doakan saja ya*
Yak bener, aku memang dari latar belakang broken home, lantas kenapa?
Kamu mau menganggap saya anak nakal ? Hahaha, coba saja. Bahkan teman-teman saya tidak ada yang menyadari jika saya tidak menceritakannya.
Pesen buat teman senasib, kalau memang keadaan rumahmu adalah kelemahanmu, maka carilah kelebihanmu! Bangkitlah, dan tunjukkan bahwa kita bisa jadi anak normal layaknya orang lain. Malahan kita mempunyai nilai plus karena kita telah mengobati luka kita terlebih dahulu sebelum memulai segalanya. Luar biasa sekali bukan?

Next

Sejujurnya, aku nggak tau mau nulis apa.
Intinya sekarang lagi seneng-senengnya menikmati qtime sama diri sendiri..
Tapi aku sadar, nggak mungkin seterusnya bisa kayak gini. Nanti juga bakalan bosen dengan sendirinya kan.
Sekarang juga lagi capek nunggu dia nge-chat duluan. Duh ini apaan sih wkwk.
Nggak kok, berharapnya nggak banget. Percuma aja, ya kan?
Hikmah dari nunggu chat dia duluan itu, jadi ngecekin sosmed dan jadi sadar, ternyata ada banyak kok yang masih care daripada sekedar nungguin dia XD


"Bila tidak dibalas, pertanda harus dilepas. Bukankah bertepuk memang tidak bisa sebelah?"
- Riri Dasmiranti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

menyerah saja, boleh?

Katanya, kita harus mengakui bahwa kita tidak sanggup menghadapi dunia sendirian. Kita harus jujur dengan apa yang dikatakan oleh hati dan ...