Rabu, 01 Maret 2017

Teka-Teki itu Terpecahkan

Hari-hari terakhir ini semua mulai membaik
Ternyata benar kata orang, semua akan baik pada waktunya..
Kalau belum baik, berarti tandanya itu belum berakhir.


Aku baru saja melengkapi pecahan teka-teki yang tidak bisa kujawab.
Namun sayangnya, hal itu malah membuat hatiku sesak.
Mengapa baru sekarang aku menyadarinya?
Mengapa baru sekarang semua jawaban itu aku dapatkan?


Semesta memiliki alasan lain yang lebih baik, pasti!

Dan hanya itulah bualan yang aku sampaikan untuk menghibur hatiku ini sementara waktu..
Untuk mengangap semuanya akan baik-baik saja..
Bualan ini sama dengan yang aku ucapkan ketika banyak hal menjadi tidak baik di hidupku
Syukurlah selama ini selalu berhasil, terimakasih semesta..

Cokelat Hangat, Hujan, Sunyi, dan Suasana Malam
Sayangnya tidak ada kamu..

Bagaimana jadinya jika nanti ketika aku melewati kedai kopi tempat kita menghabiskan waktu bersama namun aku tidak bersamamu lagi?
Bagaimana jika hujan menyapa dan kamu tak ada disini? Apa yang harus kukatakan padanya? Haruskah aku memberitahu yang sejujurnya bahwa kamu telah bersama dengan yang lain?
Bagaimana aku sanggup makan di warung langganan kita sementara kamu tiba-tiba datang dengan membawa dia beberapa menit setelah aku duduk disini..
Bagaimana bisa aku menangis atas kepergianmu sedangkan kamu terlihat begitu bahagia bersamanya?
Bagaimana jika aku merindukanmu?

Kopi Hitam
Ada satu hal yang tak pernah kamu tahu hingga sekarang, aku sangat menyukai kopi. Sama seperti kamu.
Bedanya, aku senang dengan kopi hitam manis, sedangkan kamu lebih suka kopi hitam pahit.
Lucu sekali membaca filosofi kopi pahit di salah satu novel yang pernah kubaca.

"Sengaja pesan kopi pahit, supaya kita bisa mengingat kalau ada banyak hal manis dalam hidup kita. Apalagi jika minumnya bersama dengan kamu. Melihatmu saja kopi ini sudah terasa manis, sayang"

Candamu, selalu saja membuatku rindu
Tawamu, mampu melenyapkan sejenak segala beban masalahku.
Kamu, iya kamu..


Pecahan Terakhir
Nyatanya, semesta tak pernah berbohong
Aku yang tak pernah mengakui segalanya
Aku yang tak berani mengatakan sejujurnya
Bahwa hatiku telah memilih kamu.
Dan kamu perlu tahu, bahwa hati hanya memilih apa yang dirasa terbaik bukan?
Bukankah kamu tau keadaan itu jauh lebih baik daripada aku?
Sepertinya memang kita hanyalah bisa menjadi seorang teman, kakak dan adik yang saling mendukung dan mensupport satu sama lain,



Patah Hati Terbaik
(terbaik: paling sakit)
Mungkin dulu aku sering bertanya "Mengapa kamu tak bisa aku miliki?"
"Mengapa aku hanya mampu mengagumimu dalam diam?"
Sekarang aku telah menemukan segalanya. Simpul nyata dan simpul dusta yang sangat rumit akhirnya telah terbuka. Dan sekarang, solusi satu-satunya hanya "mengikhlaskan"
Mama pernah berkata kepadaku "Marahnya perempuan itu wajar, tapi setelah waktu berlalu kamu akan berhasil melepaskan segalanya dengan ikhlas, dek."


Setelah semua teka-teki ini terpecahkan, 
Setelah melalui semua rasa sesak itu, aku hanya ingin bilang:
Seberapapun banyak usahaku berhenti, hatiku masih menginginkanmu.

Tapi tenang saja, aku benar-benar tahu diri..
Aku tak akan merepotkanmu lagi dengan perasaanku yang hanya satu pihak ini..
Tenang saja, aku pandai menutupi rasa, aku pandai menyembunyikan rindu..

Aku akan tetap mendoakanmu seperti biasa..
Aku akan tetap memanggil namamu dalam setiap doaku
Karena bukankah begitu cara untuk membiarkanmu bahagia? :)

Selamat Malam Tanggal 1,
bulan Maret, tahun 2017
-R-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

menyerah saja, boleh?

Katanya, kita harus mengakui bahwa kita tidak sanggup menghadapi dunia sendirian. Kita harus jujur dengan apa yang dikatakan oleh hati dan ...