Jumat, 29 Desember 2017

Tentang Semesta-Ku

Selamat malam!
sudah sekitar 3 bulan tidak menulis blog sama sekali huhuhu..
efek tugas-tugas di semester 5 yang super duper luar biasa banyaknya *ah cari alasan mulu* intinya gitu lah pokoknya, ini baru disempetin nulis karena tugas-tugas semakin membuat sakit kepala berkepanjangan. 


halo para pembaca budiman!
bagaimana tahun 2017 kalian?
sudahkah menjadi manusia yang bermanfaat?
sudahkah kita membantu orang lain sepanjang tahun ini?
sudahkah meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti ?
jika belum, ayo kita segera kita lakukan, usia kita semakin berkurang setiap harinya..

ngga kerasa, 2018 sudah di depan mata.
rasanya baru aja waktu malam tahun baru kemarin, sekarang udah berakhir aja..

2017 benar-benar mengajarkan banyak hal..

Maha Benar Allah :)

Baru-baru ini aku menyadari tentang takdir yang telah Allah gariskan untukku,
tentang cinta, rezeki, maut, keluarga, persahabatan, dan pengalaman hidup yang luar biasa..

- tentang cinta: dia dan kamu -

Mungkin bagi pembaca yang sudah membaca beberapa postinganku sebelumnya pasti tau, aku pernah jatuh cinta pada seseorang yang tidak pernah bisa bersamaku lebih dari seorang teman..
Teka-teki yang terpecahkan,
Dia, dia yang aku rasa dulu adalah satu-satunya.
Dia, dia yang begitu membuatku bahagia dan terluka dalam waktu yang bersamaan.

Sekarang aku bisa dengan ikhlas sepenuhnya melepaskan segala luka dan perasaan itu.
aku bebas, aku lepas, aku ikhlas :)

Kini hanya kamu, yang sedang aku tunggu untuk segera menjadi imamku,
kamu yang akan membawa kedua orang tuamu bertemu dengan keluargaku, memintaku untuk mengikat ikatan suci yang di ridhoi Allah..
kamu yang nantinya setiap hari akan membimbing dan menemaniku memperbaiki diri menuju surga-Nya..
kamu yang akan menghabiskan waktu bersamaku hingga ajal yang menjemput..

sementara itu, aku akan memperbaiki diri.
memantaskan diri agar pantas bersanding bersamamu..

-tentang rezeki: Allah Maha Besar, Allah Maha Adil-

kalau rezeki ga bakal kemana-mana kok :)
ikhtiyar saja terus, tawakkal aja terus

Allah aja, Allah lagi, Allah terus

-tentang maut: usia memang hanya Allah yang tau-

baru kerasa ditinggal ayah untuk selama-lamanya, itu ngga enak..
walaupun sebelumnya jarang berkomunikasi dengan beliau, tapi tetep aja hati tidak bisa berbohong..
melihat ayah yang begitu gagah sebelum pergi meninggalkan aku, kemudian pergi dengan keadaan yang telah lemah, kurus, digerogoti oleh penyakit. itu menyakitkan sekali..

padahal aku ingin sekali ayah datang di wisudaku
aku ingin setiap semester membanggakan nilai-nilaiku dan kemampuan yang aku miliki

aku ingin ayah menjadi cinta pertamaku
sebelum nanti akan ada lelaki yang meminta izin ayah untuk menggantikan tugas untuk menjagaku

aku ingin melihat ayah sembuh, sehat seperti dulu
namun sayangnya Allah lebih sayang ayah, dan sudah mengambil ayah untuk kembali ke sisi-Nya lebih dulu..

Ayah, dulu ayah pernah khawatir bukan? apakah aku bisa kemana-mana sendiri karena ayah yg dulu selalu mengantarkanku, aku adalah putri yang telah kau tinggalkan sebelum aku memahami apa arti perpisahan.
tidak usah khawatir ayah, aku akan tumbuh menjadi putrimu yang cantik, cerdas, tangguh, mandiri dan shalihah.
aku akan membanggakan ayah dari sini..
membuat ayah tersenyum dari atas sana..

meskipun sekarang aku begitu kehilangan semangat, aku akan berusaha berjuang sebaik mungkin :)

-tentang keluarga dan persahabatan: bahwa setiap orang memiliki kisahnya masing-masing-

malam jadi semakin sunyi
semakin menjadi dingin
hal yang paling menyedihkan, karena aku tak bisa berbagi kehangatan bersama siapa-siapa

aku sendiri disini,
tidak adakah yang ingin melihatku dan memelukku?
mengatakan bahwa semua akan indah pada waktunya..

aku terlalu lelah membohongi diriku,
bahwa aku adalah wanita kuat..
karena nyatanya aku tak sekuat itu.

kesepian ini,
kesendirian ini,
dapatkah seseorang melepaskan aku dari belenggu ini?


Hidup akan berakhir indah, jika belum indah maka artinya itu belum berakhir

daaaan, karena mendekati pergantian tahun 2018
yuk yuk, kita menjadi manusia yang semakin bermanfaat buat sekitar

jadi, udah buat resolusi apa aja nih?


Surabaya, 29 Desember 2017

-Ratri Rahayu Athamukhaliddinar-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

menyerah saja, boleh?

Katanya, kita harus mengakui bahwa kita tidak sanggup menghadapi dunia sendirian. Kita harus jujur dengan apa yang dikatakan oleh hati dan ...