Kondangan
Beberapa hari yang lalu, hari Sabtu tanggal 14 Januari 2017, saya menghadiri undangan pernikahan teman saya waktu SMK. Alhamdulillah disana bisa sekalian ajang reuni sama teman-teman yang sudah lama nggak ketemu.
Pertamanya, sempet kerasa aneh sih, karena temen pas SMK kebanyakan udah kerja, jadi karena saya kuliah merasa minoritas sendiri. Syukurlah berangkatnya bareng sama temen sebangku, sama temen se-geng juga wkwk (eh nggak geng-gengan kok hihi) jadi masih aman lah mood selama disana.
Kedua, kaget! parah! ini temen-temen smk udah ada yang gendong dedek, udah ada yang hamil, udah ada yg nikah tapi gak undang-undang, baiklah. anggap saja penulis yang kurang update tentang info begituan, jadi next aja ke pembahasan selanjutnya.
Kangen
Ini kerasa banget kangennya. Kangen pas jamannya SMK ribet praktek, kangen ngebuat jobsheet rame-rame dikelas sampe tangan berasa keriting, kangen gupuh belum bikin desain (karena emang nggak bisa nggambar di kertas T.T), kangen rempongnya bawa barang praktek kayak orang mau pindah rumah, kangen bahas produk kosmetik sama mereka (di kuliahan ini malah jarang beli kosmetik. paling notok juga bedak sama lip tint doang. Untung aja gabung di PSM jadi kalau lagi perform ilmu SMK nya masih bermanfaat lah :D), kangen jajan di kantin sampe telat masuk pelajaran (makanan di kantin enak-enak, murah, banyak lagi.. bueda banget sama kuliahan sekarang hiks) jadi selama sekolah badan ini subuuur sekalii, kangen sama baju praktek putih-putih ala perawat rumah sakit, kangen suasana praktek dikelas (dari mulai praktek rias, facial, body treatment), kangen main uno sama anak-anak pas sebelum UN dengan ketentuan yang kalah mukanya bakal dicoret pakai bedak jadi bisa dijamin yang kalahan mukanya gak bakalan kumus-kumus deh wkwk, kangen persiapan UN CBT yang waktu itu kita tahun pertama yg ngerasain. bukan gupuh materi UN nya sih, teknisnya aja yg masih baru jadi kadang sering bingung, Pokoknya kangen banget sama masa-masa SMK itu.
Nggak kok, penulis dulu masih cupu, jadi jauh dari kata nakal, jauh dari kata hitz, mungkin bisa dibilang saya termasuk golongan anak yang nurut (ciyee memuji diri sendiri hahaha)
Eits nggak lupa juga, sama hukuman terlambat dari guru bidang Kesiswaan. Ngaku deh, saya emang gak nakal tapi hoby banget telat masuk sekolah, jadi udah tuwuk (puas, tamat) banget sama hukuman-hukumannya itu. Mulai dari tangan yang distempel, sujud selama berapa menit kamu terlambat (misal nih telat 10 menit, jadi kamu juga harus sujud selama 10 menit, mau telatnya cuma 1 menit ya ttep aja sujudnya 1 menit), trus disuruh ngambilin sampah yang nggak pada tempatnya, nyapu halaman sekolah, lari muterin lapangan depan sambil di temenin bleki. Itu cuman kalau telat, kalau ada atribut yang nggak lengkap hukumannya lain lagi.
Omelannya guru-guru dulu itu lucu deh pokoknya, banyak nggak didengerinnya sih (maklum ya anak remaja). Pokoknya dari semua omelan itu ada 1 omelan yang masih teringat sampai sekarang.
"Oh pantesan arek KK gak niat sekolah. Engkok lulus langsung kawin
Wong isoke mek 3M, Macak, Masak, dan Manak"
(Oh pantas saja anak KK nggak niat sekolah. Paling nanti lulus langsung menikah
Lah mereka kan bisanya cuma merias, memasak dan beranak, red)
Seriously, itu menyakitkan banget. Dan sejak itu gue janji dalam hati. "Inget pak, nggak semua anak KK kayak gitu, dan aku bakal buktiin anak KK ada yang nggak seperti itu"
See pak? Saya masih disini, masih semangat mencari ilmu untuk masa depan, cari pengalaman sebanyak mungkin, dan membuktikan kalau prototype yg bapak ciptakan untuk kami itu salah
Dulu semasa SMK, penulis bukan pengurus OSIS, nggak ikut ekskul macem-macem juga, waktu itu cuma ikut Karawitan dan saya rasa keputusan yang tepat dan amat baik sekalii ! Karena karawitan yang ngebuat saya makin jatuh cinta sama kesenian, terutama kesenian tradisional. Waktu masih berjaya dulu kita pun dapet prestasi tingkat Jawa Timur lho (tuh kan sekarang jadi kangen Pak Sis, Bu Eny, dan anggota D'SPG: D' Six Percussion Gengs lainnya huhuhuhu. Kuy latihan lagi kuy :' )
Udah ah, jadi baper hehe.
Disini, penulis pengen nyampaikan uneg-uneg yang belum tertuang sejak dulu,
"Perempuan"
Perempuan adalah makhluk paling unik bukan?
Ia bisa menjadi yang paling kuat tapi terkadang bisa menjadi sangat rapuh dan lemah
Ia bisa membuat laki-laki bingung dengan tingkah laku dan perkataannya (hayo ngaku pasti pernah kan jadi saksi "Aku gapapa" nya cewek)
Quotes: "Dibalik laki-laki hebat pasti ada wanita hebat yang menemaninya"
itu memang benar adanya. Sayang, seharusnya jangan dibalik. Akan lebih baik jika "Bersama lelaki hebat, pasti ada wanita luar biasa yang mendampinginya." (Sampai saat ini penulis juga sedang memantaskan diri agar bisa mendampingi lelaki itu kelak)
Perempuan juga yang menjadi tonggak dasar moral untuk anak-anaknya kelak.
Perempuan bukan hanya 3M itu saja. Bahkan 26 huruf alfabet saja belum tentu mampu menggambarkan perempuan yang sesungguhnya. (Ah ya, mungkin post selanjutnya bisa bahas 26 alfabet ini deh kayaknya hehe)
Perempuan itu spesial, kamu lahir dari rahim perempuan, kamu disusui oleh perempuan, dan bakti utama seorang anak adalah untuk ibunya..
Sekian.
Selamat Malam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar