Selasa, 27 Desember 2016

Kembali

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat memutuskan untuk berhenti menulis. Saya yang sangat suka menulis apa saja di sembarang kertas atau di gadget memutuskan untuk berhenti. Saya menghapus blog, menulis materi kuliah di buku catatan hanya seperlunya, buku harian sampai berdebu, kertas-kertas kosong hanya tergeletak begitu saja di meja belajar.




Aktivitas
Masih tidak jauh-jauh dari kuliah, tugas, dan ujian. Hanya saja bulan Oktober – November kemarin saya memang sempat vakum dari kegiatan PSM karena alasan kesehatan dan kendala perizinan dari ibu. Alhamdulillah bulan Desember ini sudah kembali lagi dengan kegiatan favorit , menyanyi. Saya juga melepaskan aktivitas saya dari dunia pers, jurnalistik kampus, alasannya? Karena nggak nyaman disana. Berat rasanya lepas dari dunia tulis menulis di kampus, terkadang rindu sekali dengan kegiatan rapat tema, membuat outline, wawancara, menulis berita, menulis opini, dikejar deadline, dan mempromosikan buletin hasil kumpulan kerja keras teman-teman satu tim. Tapi kembali lagi, ketidaknyamanan mengalahkan segalanya.


Mencoba hal baru 
Saya yang tidak pernah bisa mengatakan perasaan saya kepada orang lain, pada beberapa minggu itu mencoba hal baru: Mengatakan kepada teman dan saudara mengenai beberapa pengalaman  dan perasaan saya. Ternyata membuka diri kepada orang lain tidak seburuk apa yang saya fikirkan. Selama beberapa hari itu saya lalui dengan banyak tersenyum. Emosi-emosi dan beban fikiran saya meluap begitu saja.


Kenapa Berhenti Menulis?
Saya Patah Hati! Itu alasan utamanya.
Alasan lainnya masih ada banyak.

" 1. Mengapa saya berhenti menulis?
2. Mengapa saya menyibukkan diri dengan banyak "tidur"?
3. Mengapa pada akhirnya saya memutuskan untuk move on?
4. Mengapa pada akhirnya saya memilih mengikhlaskan? "
-RRD-

Awalnya saya merasa tulisan kakak saya ada yang sesuai, namun ada juga yang tidak. Lalu sampai pada saat itu. Akhirnya saya paham benar, kenapa pertanyaan dan jawaban itu bisa tercipta. Pada akhirnya, saya merasakannya sendiri. Perasaan-perasaan sakit itu. Saya merasakan posisi itu. Tapi jawaban akhirnya masih tetap sama, mengikhlaskan..

Menulis Kembali
Kemudian selama  beberapa waktu itu juga, saya terinspirasi oleh salah satu teman SD yang ternyata dia mengambil jurusan kuliah yang sama dengan saya, yaitu Psikologi. (Apa hubungannya? nggak ada sih. Suka aja sama tulisannya anak Psikologi :D) Tulisan dia benar-benar keren dan membuat hati saya meleleh. Sejak SD, saya agak iri dengan keluarganya. Menurut saya, mereka adalah family goals setiap orang. Hanya saja, saya kembali ingat untuk bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepada saya. dan pada akhirnya, saya putuskan untuk kembali menulis..
Menulis membuat saya bahagia, meskipun selalu membuat jatuh pada dunia khayal saya sendiri. Ketika saya menulis, saya bebas, saya tidak menjadi orang lain, dan saya tidak perlu berbohong ataupun berpura-pura.

Genre
Sejujurnya, saya ingin berganti genre tulisan. Jika di blog yang lalu adalah full curhat. Maka di edisi blog yg di recover ini, saya ingin menggantinya dengan berbagai variasi lainnya (tergantung mood penulis juga sihh, hehe :D)

Jadi, selamat datang kembali di online diary milik Ratri :)
Keep writing, stay happy and healthy <3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

menyerah saja, boleh?

Katanya, kita harus mengakui bahwa kita tidak sanggup menghadapi dunia sendirian. Kita harus jujur dengan apa yang dikatakan oleh hati dan ...